Stem Cell adalah salah satu jenis metode pengobatan medis yang bersifat minimal invasif.
Stem sel sendiri merupakan sejenis sel multifungsi yang berasal dari sel punca atau tali pusat bayi. Prinsip kerja stem cell adalah meregenerasi dan memperbaharui sel-sel yang rusak. Jadi pada saat stem cell sampai di organ yang dimaksud, stem cell akan beradaptasi menjadi sel organ tersebut, beregenerasi dan menggantikan fungsi sel-sel yang rusak.
Penyakit yang bisa diobati oleh stemcell :
- Gagal ginjal/Penurunan fungsi ginjal
- Cerebral palsy
- Osteomalasia
- Hipertensi
- Diabetes
- Parkinson
- Rheumatoid arthritis
- Pneumonitis interstitial
- Sirosis hati
- Stroke
- Lupus
- Asma bronchial
- Paraplegia
- AD ( Alzheimer)
- Psoriasis
- Anti-aging
- ALS (Neuron Motorik)
- Osteoporosis
- Jantung Koroner
- Bells palsy
Gagal ginjal
APA ITU GAGAL GINJAL?
Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.
Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialami mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.
Penyebab Gagal Ginjal
- Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension)
- Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)
- Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan /striktur)
- Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik
- Menderita penyakit kanker (cancer)
- Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
- Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.
Adapun penyakit lainnya yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani antara lain adalah ; Kehilangan cairan banyak yang mendadak ( muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan dan Amiloidosis.
Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana funngsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik.
Bagaimana pemeriksaan gagal ginjal?
Pemeriksaan tubuh
Penderita gagal ginjal kronis akan muncul gejala hipertensi, anemia, wajahnya terlihat berwarna hitam, bengkak pada wajah atau kaki, gangguan kesadaran, pendarahan pada bagian tubuh tertentu atau seluruh tubuh, nafas yang dangkal dan pendek atau orthopnea, distensi vena jugularis, pembengkakan hati dan akumulasi air pada rongga perut dll.
Pemeriksaan laboratorium
- Pemeriksaan rutin urin
- Pemeriksaan rutin darah
- Pemeriksaan biokimia : blood urea nitrogen, keratinin serum, laju filtrasi glumerulus
- Pemeriksaan Imaging : X-ray bagian dada, USG.
Adapun ciri ciri penyakit gagal ginjal adalah sebagai berikut :
- Kepala Pusing dan Sulit berkonsentrasi
- Rasa gatal yang berlebihan atau disebut dengan kulit ruam.
- Tubuh Merasa Kedinginan, Sesak Nafas
- Sakit di Sekitar Daerah Pinggang
- Perubahan warna urine dan Anda mengalami sakit atau nyeri pada saat buang air kecil
- kencing sedikit, kencing merah/darah, sering kencing.
- Kelainan Urin: Protein, Darah/Eritrosit, Sel Darah Putih/Lekosit, Bakteri.
Tanda Gejala Gagal Ginjal Akut :
- Berkurangnya urin saat buang air
- Terlalu banyak menyimpan cairan di dalam tubuh yang menyebabkan pembengkakan pada area kaki
- Perasaan mengantuk, Napas pendek
- Lelah, Perasaan bingung, Mual
- Kejang atau koma pada kasus yang parah
- Nyeri atau perasaan tertekan pada dada
- Terkadang gagal ginjal akut tidak menyebabkan tanda atau gejala dan hanya dapat diketahui dengan tes laboratorium.

Cerebral Palsy
Cerebral Palsy (CP, Kelumpuhan Otak Besar) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan buruknya pengendalian otot, kekakuan, kelumpuhan dan gangguan fungsi saraf lainnya.
Cerebral Palsy dan Bell’s Palsy tidak sama penyakitnya walaupun sama gejalanya membuat wajah kaku, Cerebral palsy lebih sering ditemukan pada anak kecil sedangkan Bell’s Palsy pada orang dewasa.
CP terjadi pada 1-2 dari 1.000 bayi, tetapi 10 kali lebih sering ditemukan pada bayi prematur dan.10-15% kasus terjadi akibat cedera lahir karena aliran darah ke otak sebelum/selama/ segera setelah bayi lahir.
Bayi prematur sangat rentan terhadap CP, kemungkinan karena pembuluh darah ke otak belum berkembang secara sempurna dan mudah mengalami perdarahan atau karena tidak dapat mengalirkan oksigen dalam jumlah yang memadai ke otak.
Gejala biasanya timbul sebelum anak berumur 2 tahun dan pada kasus yang berat, bisa muncul pada saat anak berumur 3 bulan.
PENYEBAB
1. CP bisa disebabkan oleh cedera otak yang terjadi pada saat:
– bayi masih berada dalam kandungan
– proses persalinan berlangsung
– bayi baru lahir
– anak berumur kurang dari 5 tahun.
2. Tetapi kebanyakkan penyebabnya tidak diketahui.
Cedera otak bisa disebabkan oleh:
- Kadar bilirubin yang tinggi di dalam darah (sering ditemukan pada bayi baru lahir), bisa menyebabkan kernikterus dan kerusakan otak
- Penyakit berat pada tahun pertama kehidupan bayi (misalnya ensefalitis, meningitis, sepsis, trauma dan dehidrasi berat)
- Cedera kepala karena hematom subdural
- Cedera pembuluh darah.
GEJALA
Gejalanya bervariasi, mulai dari kejanggalan yang tidak tampak nyata sampai kekakuan yang berat, yang menyebabkan perubahan bentuk lengan dan tungkai sehingga anak harus memakai kursi roda.
Gejala lain yang ditemukan pada CP:
– Kecerdasan di bawah normal
– Keterbelakangan mental
– Kejang/epilepsi (terutama pada tipe spastik)
– Gangguan menghisap atau makan
– Pernafasan yang tidak teratur
– Gangguan berbicara (disartria)
– Gangguan penglihatan
– Gangguan pendengaran
– Kontraktur persendian
– Gerakan menjadi terbatas.
-Gangguan perkembangan kemampuan motorik (misalnya menggapai sesuatu, duduk, berguling, merangkak, berjalan)
DIAGNOSA
Tremor otot atau kekakuan tampak dengan jelas, dan anak cenderung melipat lengannya ke arah samping, tungkainya bergerak seperti gunting atau gerakan abnormal lainnya.
PEMERIKSAAN PENUNJANG:’
- MRI kepala menunjukkan adanya kelainan struktur maupun kelainan bawaan
- CT scan kepala menunjukkan adanya kelainan struktur maupun kelainan bawaan
- Pemeriksaan pendengaran (untuk menentukan status fungsi pendengaran
- Pemeriksaan penglihatan (untuk menentukan status fungsi penglihatan)
- EEG
- Biopsi otot.
Osteomalasia
Osteomalasia ialah perubahan patologik berupa hilangnya mineralisasi tulang yang disebabkan berkurangnya kadar kalsium fosfat sampai tingkat di bawah kadar yang diperlukan untuk mineralisasi matriks tulang normal, hasil akhirnya ialah rasio antara mineral tulang dengan matriks tulang berkurang.
Osteomalasia mengacu pada pelunakan tulang, biasanya disebabkan oleh kekurangan vitamin D. Pada anak-anak, kondisi ini disebut rakhitis. Osteomalasia berbeda dengan osteoporosis (kelainan tulang yang dapat juga menyebabkan patah tulang). Osteomalasia hasil dari sebuah cacat dalam proses pembentukan tulang, sedangkan osteoporosis berkembang karena melemahnya tulang yang sudah dibentuk sebelumnya.
Gejala
Nyeri tulang dan kelemahan otot adalah tanda-tanda dan gejala utama dari osteomalasia. Pada tahap awal, mungkin tidak memiliki gejala osteomalasia, meskipun tanda-tanda osteomalasia dapat terlihat pada gambar sinar X atau tes diagnostik lainnya. Jika osteomalasia memburuk, kemungkinan penderita mengalami nyeri tulang dan kelemahan otot.
Nyeri yang berhubungan dengan osteomalasia paling sering mempengaruhi tulang punggung bagian bawah, panggul, dan kaki. Osteomalasia dapat mengakibatkan otot menurun, kelemahan dalam lengan dan kaki, berkurangnya kemampuan untuk berputar, gaya berjalan melenggang.
Pemeriksaan : CT scan, MRI
Hipertensi
Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah pada arteri secara kronis. Tekanan darah sistolik pada saat istirahat yang normal adalah di kisaran 90-140 mmHg(bacaan atas) dan tekanan darah diastolik 60-90 mmHg (bacaan rendah). Ketika tekanan darah bertahankan di 140/90 mm Hg atau lebih tinggi dinamakan hipertensi. Peningkatan tekanan darah membuat beban jantung bertambah ketika sedang memompa darah untuk sirkulasi jalan darah.
Secara klinis, hipertensi dibagi menjadi 2 jenis :
- Hipertensi primer
Manifestasi utamanya adalah tekanan darah tinggi tanpa penyebab yang jelas.
- Hipertensi sekunder
Hipertensi sekunder memiliki penyebab yang jelas. Salah satu manifestasi dari penyakit ini peningkatan tekanan darah tinggi. Tekanan darah akan meningkat sementara atau dalam jangka panjang.
Penyebab hipertensi
Penyebab hipertensi primer memang tidak diketahui. Tetapi ada beberapa faktor dan kondisi yang memiliki pengaruh tertentu, antara lain:
- Memiliki riwayat tekanan darah tinggi, penyakit jantung atau penyakit diabetes
- Sudah melebihi usia 55 tahun, resiko terkena penyakit hipertensi akan bertambah seiring pertambahan usia
- Obesitas
- Mengkonsumsi alkohol dan merokok
- Mengkonsumsi makanan yang tinggi garam
- Mengkonsumsi obat tertentu dalam jangka panjang dan mengkonsumsi obat terlarang.
Penyebab hipertensi sekunder antara lain :
- Penyakit ginjal kronis
- Penyakit adrenal
- Hipertiroidisme
- Kehamilan atau toxemia
- Obat-obatan seperti obat pencegah kehamilan, obat penurun berat badan, obat flu dan obat migrain.
- Penyempitan pembuluh arteri.
Gejala
- Biasanya orang yang menderita hipertensi akan mengalami sakit kepala, pusing yang sering dirasakan akibat tekanan darahnya naik melebihi batas normal.
- Wajah akan menjadi kemerahan.
- Pada sebagian orang akan mengalami detak jantung yang berdebar-debar.
- Orang yang mengalami darah tinggi akan mengalami gejala hipertensi seperti pandangan mata menjadi kabur atau menjadi tidak jelas.
- Sering buang air kecil dan sulit berkonsentrasi.
- Sering mudah kelelahan saat melakukan berbagai aktivitas.
- Sering terjadi pendarah di hidung atau mimisan.
- Gejala hipertensi yang parah bisa menyebabkan seseorang mengalami vertigo.
- Orang yang mempunyai darah tinggi biasanya akan sensitif dan mudah marah terhadap hal-hal yang tidak dia sukai.
Pemeriksaan :
Cara terbaik memastikan gejala penyakit hipertensi adalah dengan melakukan pengukuran tekanan darah. Tekanan darah adalah kekuatan darah mengalir di dinding pembuluh darah yang keluar dari jantung (pembuluh arteri) dan yang akan kembali ke jantung (pembuluh balik). Karena itu, dokter akan memeriksa tekanan darah dari dua bacaan.
Bacaan yang pertama, berupa angka yang lebih tinggi, adalah tekanan sistolik, tekanan yang terjadi bila otot jantung berdenyut memompa untuk mendorong darah keluar melalui arteri. Angka itu menunjukkan seberapa kuat jantung memompa untuk mendorong darah melalui pembluh darah. Sedangkan bacaan yang kedua, berupa angka yang lebih rendah atau diastolik, saat otot jantung berisitirahat membiarkan darah kembali masuk ke jantung. Angka itu menunjukkan berapa besar hambatan dari pembuluh darah terhadap aliran darah balik ke jantung.
Nilai tekanan darah
| Jenis | Tekanan sistolik(mmHg) | Tekanan diastolik
(mmHg) |
| Tekanan darah normal | <120 | <80 |
| Nilai normal | 120~139 | 80~89 |
| Tekanan darah tinggi | ≥140 | ≥90 |
| Tekanan darah tinggi tingkat 1 (ringan) | 140~159 | 90~99 |
| Tekanan darah tinggi tingkat 2 (sedang) | 160~179 | 100~109 |
| Tekanan darah tinggi tingkat 3 (berat) | ≥180 | ≥110 |
| Tekanan darah tinggi hanya pada sistolik | ≥140 | <90 |
Diabetes
Diabetes adalah suatu penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja dengan baik. Oleh karena itu akan menyebabkan gula darah meningkat saat diperiksa.
Jenis diabetes :
Diabetes tipe 1
Suatu keadaan dimana tubuh sudah sama sekali tidak dapat memproduksi hormon insulin. Sehingga penderita harus menggunakan suntikan insulin dalam mengatur gula darahnya. Sebagian besar penderitanya adalah anak-anak & remaja.
Diabetes tipe 2
Terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin). Tipe ini merupakan yang terbanyak diderita saat ini (90% lebih), sering terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 40 tahun, gemuk dan mempunyai riwayat diabetes dalam keluarga.
Diabetes Gestasional
Ini adalah komplikasi yang timbul pada masa perinatal. Diabetes ini bisa menyebabkan komplikasi malformasi janin, gawat janin, kematian janin, hipoglikemia pada bayi yang baru lahir, bayi yang terlalu besar, kesulitan atau mati saat persalinan.
Diabetes jenis lainnya
Beberapa penyebab terjadinya diabetes yang berbeda dengan diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional, antara lain:
- Cacatnya gen sel beta ( sel beta yang menghasilkan insulin )
- Resistensi insulin
- Penyakit pankreas
- Ketidakseimbangan hormon
- Bahan kimia atau obat-obatan
Gejala
- Haus dan banyak minum
- Lapar dan banyak makan
- Sering kencing
- Berat badan menurun
- Mata kabur
- Luka lama sembuh
- Mudah terjadi infeksi pada kulit (gatal-gatal), saluran kencing dan gusi
- Nyeri atau baal pada tangan atau kaki
- Badan terasa lemah
- Mudah mengantuk
Gejala-gejala di atas sering dijumpai, tapi pada beberapa orang sering tidak dijumpai gejala sama sekali. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaaan darah di laboratorium.
Pemeriksaan :
Diagnosa Diabetes didapatkan bila ditemukan hasil pemeriksaan sebagai berikut :
- Gula darah puasa lebih besar atau sama dengan 126 mg/dl
- Gula darah sewaktu lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl
- Gula darah 2 jam setelah pemberian larutan glukosa 75 gram (pada tes toleransi glukosa oral) memberikan hasil lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl
Target dari gula darah adalah individual, jadi bisa saja satu pasien dengan pasien lain berbeda untuk target yang harus dicapai. Tapi secara umum target yang harus dicapai adalah :
- Gula darah sebelum makan : 90-130 mg/dl
- Gula darah 2 jam setelah makan : dibawah 160 mg/dl
- Gula darah sebelum tidur : 110-150 mg/dl
- Target untuk HbA1c (gambaran gula darah dalam 3 bulan terakhir) yaitu kurang dari 7%

Parkinson
Penyakit Parkinson adalah degenerasi sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi mengatur pergerakan tubuh. Gejala yang banyak diketahui orang dari penyakit Parkinson adalah terjadinya tremor atau gemetaran. Tapi gejala-gejala penyakit Parkinson pada tahap awal sulit dikenali, misalnya:
- Merasa lemah atau terasa lebih kaku pada sebagian tubuh.
- Gemetaran halus pada salah satu tangan saat beristirahat.
Setelah gejala awal di atas, maka akan muncul gejala-gejala yang akan dialami oleh penderita penyakit Parkinson:
- Tremor makin parah dan menyebar.
- Otot terasa kaku dan tidak fleksibel.
- Pergerakan menjadi lambat.
- Berkurangnya keseimbangan dan juga koordinasi tubuh.
Penderita penyakit ini juga bisa mengalami gejala fisik dan psikologis lain seperti depresi, konstipasi, sulit tidur atau insomnia, kehilangan indera penciuman atau anosmia, bahkan muncul masalah daya ingat.
Penyebab penyakit parkinson
Hingga saat ini, penyebab penyakit parkinson masih tidak diketahui. Tapi umumnya dianggap berkaitan dengan faktor penuaan usia, Predisposisi genetic dan racun lingkungan.
- Penuaan usia : biasanya mulai menyerang pada usia 50-65 tahun, seiring dengan penambahan usia, resiko untuk terkena penyakit ini juga semakin bertambah. Sekitar 1% yang mulai terkena penyakit ini pada usia 60 tahun dan sekitar 3%-5% pada usia 70 tahun.
- Faktor lingkungan : Ternyata banyak sedikitnya penderita parkinson dipengaruhi oleh lokasi. Karena itu, mungkin di dalam lingkungan terdapat zat beracun sehingga merusak neuron pada otak.
- Faktor genetik : Ditemukan sepertinya penyakit parkinson dapat diturunkan. Orang yang memiliki anggota keluarga yang memiliki penyakit parkinson lebih banyak menderita penyakit ini dibanding dengan yang normal.
Dari penjelasan di atas, tidak ada satu faktor pun yang dapat menjelaskan penyebab parkinson dengan sempurna. Umumnya mengatakan penyakit parkinson disebabkan oleh kombinasi semua faktor di atas. Setelah menginjak usia menengah, tubuh kita lebih rentan terhadap zat beracun pada lingkungan. Setelah berinteraksi dengan zat beracun, karena gangguan untuk menawarkan racun sehingga menyebabkan kerusakan subklinis pada substansia nigra. Seiring dengan penambahan usia, kondisinya akan semakin parah. Sel saraf yang menghasilkan dopamine perlahan-lahan mengalami kematian dan akhirnya muncul gejala klinis penyakit parkinson.
Pemeriksaan :
1. Pemeriksaan gejala
Sebagian besar penderita penyakit Parkinson diserang pada usia setelah 60 tahun. Gejala utama yang timbul adalah : tremor (biasanya adalah gejala yang paling awal dikenali), otot yang kaku, bradikinesia, postur tubuh dan cara melangkah yang abnormal, gangguan gerak pada otot wajah. Jika menderita gejala-gejala di atas, mungkin yang bersangkutan telah menderita penyakit Parkinson.
2. Pemeriksaan cairan serebrospinal
Penyakit Parkinson adalah penyakit yang berkaitan dengan kelainan dari proses metabolism neurotransmitter. Tepatnya adalah penyakit yang timbul karena kurangnya kadar dopamine. Kadar dopamin pada penderita penyakit Parkinson lebih rendah 4.34 kali lipat dari orang normal. Melalui pemeriksaan cairan serebrospinal bisa mendeteksi kadar dopamin pada otak dan dapat mengetahui apakah yang bersangkutan menderita Parkinson.
3. Pemeriksaan biologi molekuler
Pemeriksaan biologi molekuler menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi, dapat mendeteksi kadar homovanillic acid (HVA).Tinggi rendahnya kadar homovanillic acid berkaitan dengan tingkatan penyakit Parkinson. Semakin rendahnya kadar homovanillic acid dalam cairan serebrospinal, gejala penyakit Parkinson yang timbul semakin menonjol.
4. Pemeriksaan CT-Scan, MRI pada otak
Penderita penyakit Parkinson yang berusia tua memiliki atrofi otak pada berbagai tingkatan, dilatasi ventrikel otak, lacunar infraction dan terdapat juga penderita yang muncul Basal ganglia calcification. Melalui pemeriksaan CT,MRI dapat menemukan permasalahan di atas.
5. Pemeriksaan ECT
Pemeriksaan ini menggunakan PET atau SPECT dan radionuklida tertentu. Hasil pemeriksaan ini dapat menggambarkan fungsi metabolism dopamine pada otak penderita Parkinson. Sebelum munculnya gejala klinis, sudah dapat menemukan indeks serapan striatal yang abnormal serta dopamine yang berkurang. Untuk fase awal, diagnosa dan monitoring perkembangan penyakit sangatlah berarti. Perpaduan antara gejala dan hasil pemeriksaan, dapat menegakkan diagnose bahwa yang bersangkutan menderita penyakit Parkinson.

Rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis atau artritis reumatoid adalah peradangan kronis pada sendi yang menyebabkan rasa sakit, bengkak dan kaku pada persendian contohnya di kaki dan tangan.
Arthritis berarti radang sendi dan bisa berdampak pada jaringan di sekitar persendian, seperti pada otot, ligamen, dan tendon. Seiring waktu, peradangan ini bisa menghancurkan jaringan persendian. Efek dari kondisi ini akan membatasi aktivitas keseharian, seperti sulit untuk berjalan dan menggunakan tangan.
Walau bagian tubuh yang paling sering terkena dampak rheumatoid arthritis adalah pada bagian kaki dan tangan, penyakit ini juga bisa menjangkiti bagian tubuh lainnya, seperti mata, paru-paru, pembuluh darah, dan kulit.
Rheumatoid arthritis terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh Anda sendiri. Penyakit ini lebih sering diderita oleh wanita, terutama di atas 40 tahun.
Gejala Rheumatoid Arthritis
Gejala rheumatoid arthritis pada masing-masing orang berbeda dan bisa berubah seiring waktu, namun gejala yang sering timbul pada persendian adalah rasa kaku, kemerahan, bengkak, terasa hangat, dan nyeri.
Rheumatoid arthritis harus segera ditangani karena jika penyakit bertambah parah, gejala bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya dan menyebabkan persendian bergeser dan bahkan berubah bentuk.
Penyebab Rheumatoid Arthritis
Penyebab rheumatoid arthritis adalah sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan infeksi, tetapi justru menyerang sel normal pada persendian dan membuat sendi terasa nyeri, bengkak, dan kaku.
Walau alasan kenapa sistem kekebalan tubuh keliru menyerang tubuh dalam rheumatoid arthritis masih belum diketahui, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko, seperti faktor usia, hormon, genetika, dan kebiasaan merokok.
Diagnosis Rheumatoid Arthritis
Gejala rheumatoid arthritis sama dengan beberapa penyakit lainnya, itu sebabnya sulit untuk mendiagnosis rheumatoid arthritis pada tahap awal.
Ada beberapa tes yang bisa membantu diagnosis rheumatoid arthritis, yaitu pemeriksaan fisik, tes darah, dan pemindaian X-ray.
Pneumonia
Pneumonia adalah peradangan jaringan di salah satu atau kedua paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Pada saat menderita pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara yang kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan bengkak dan penuh cairan.
Gejala pneumonia bisa muncul secara tiba-tiba (setelah satu atau dua hari) atau secara perlahan-lahan dalam waktu beberapa hari. Pneumonia memiliki bermacam-macam gejala yang mungkin mirip dengan infeksi saluran pernapasan, seperti bronkitis akut.
Gejala umum yang biasanya muncul adalah:
- Demam, berkeringat, dan menggigil.
- Batuk kering atau batuk dengan dahak kental berwarna kuning atau hijau dan disertai darah.
- Kesulitan bernapas berupa napas terengah-engah dan pendek serta mengalami sesak napas walau sedang beristirahat.
- Rasa sakit di dada saat menarik napas dalam atau batuk.
- Detak jantung yang cepat.
- Nyeri pada sendi-sendi.
- Kehilangan nafsu makan.
- Mual dan muntah.
- Sakit kepala.
Pemeriksaan :
- Rontgen dada. Untuk memastikan keberadaan pneumonia dan bagian paru-paru yang terinfeksi.
- Tes darah dan pemeriksaan sampel dahak. Kedua proses ini bisa membantu pengidentifikasian bakteri atau virus penyebab infeksi.
Penyebab :
- Virus
- Bakteri
- Jamur
- parasit
Sirosis hati
Sirosis adalah kerusakan hati jangka panjang atau kronis yang menyebabkan luka pada hati. Perkembangan penyakit yang perlahan-lahan mengakibatkan jaringan sehat digantikan oleh jaringan rusak. Dan pada akhirnya, hati tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Jaringan yang rusak akan menghambat aliran darah yang melewati hati. Fungsi hati dalam memproses nutrisi, hormon, obat dan racun yang diproduksi tubuh akan melambat. Produksi protein dan unsur lain yang terjadi di dalam hati juga akan terhambat.
Kerusakan pada hati yang disebabkan oleh sirosis tidak bisa diperbaiki dan bahkan bisa menyebar lebih luas hingga akhirnya hati tidak bisa berfungsi dengan benar. Kondisi inilah yang sering disebut dengan istilah gagal hati. Sebelum sirosis menyebabkan gagal hati, perkembangannya berlangsung bertahun-tahun. Penanganan yang dilakukan hanya untuk memperlambat perkembangan penyakitnya.
Hati adalah organ padat paling besar yang berada di dalam tubuh manusia. Hati memiliki banyak fungsi penting bagi tubuh, berikut ini beberapa fungsi hati dalam tubuh.
- Menyimpan nutrisi berlebih dan mengembalikan sebagian nutrisi ke dalam aliran darah.
- Memproduksi protein dalam darah untuk membantu penggumpalan, pengiriman oksigen, dan fungsi kekebalan tubuh.
- Membantu menyimpan gula dalam bentuk glikogen.
- Menyingkirkan unsur berbahaya dalam aliran darah, termasuk di antaranya minuman keras dan obat-obatan.
- Menghancurkan lemak jenuh dan menghasilkan kolesterol.
- Memproduksi cairan empedu, yaitu unsur yang dibutuhkan untuk mencerna makanan.
Hati umumnya adalah organ yang sangat tangguh karena dapat terus bekerja meski sudah terluka. Hati akan berusaha memperbaiki dirinya sendiri hingga organ ini benar-benar terluka parah dan tidak bisa berfungsi lagi.
Gejala Sirosis
Sirosis pada tahap awal hanya memunculkan sedikit gejala, tapi ketika fungsi hati sudah berkurang secara signifikan, muncul gejala-gejala seperti:
- Kehilangan selera makan.
- Keletihan atau kekurangan energi.
- Pembengkakan pada pergelangan kaki dan perut atau edema.
- Penurunan atau kenaikan berat badan secara tiba-tiba.
- Memar.
- Kulit dan putih mata berwarna kuning atau sakit kuning (jaundice).
- Mual dan muntah.
- Muntah darah.
- Kulit mengalami gatal-gatal.
Penyebab Sirosis
Beberapa kondisi yang menyebabkan sirosis adalah virus hepatitis B, virus hepatitis C, mengonsumsi minuman keras berlebihan, dan kondisi lainnya yang bisa merusak jaringan hati.
Diagnosis Sirosis
Terdapat beberapa cara yang bisa digunakan untuk mendiagnosis sirosis, yaitu:
- Pemeriksaan fisik. Dokter akan mengamati perubahan fisik yang terjadi pada pasien.
- Tes darah. Sampel darah diambil untuk mengetahui tingkat fungsi hati dan kerusakan jika ada.
- Pencitraan. CT scan, MRI, ultrasound, dan beberapa prosedur pencitraan lain mungkin diperlukan untuk melihat kondisi hati.
- Biopsi. Pengambilan sampel jaringan dari hati.

Tahapan Kerusakan Hati
Ada empat tahapan kerusakan hati: peradangan, fibrosis, sirosis, dan kanker.
Peradangan
Hati bisa meradang karena kondisi tertentu, penggunaan alkohol dan bahan kimia tertentu. Kondisi yang dapat menyebabkan radang hati Hepatitis B, Hepatitis C, autoimmune hepatitis, dll. Ekstensif menggunakan alkohol juga menyebabkan peradangan hati. Beberapa obat dan polutan industri dapat mempengaruhi hati. Peradangan ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, panas dan nyeri mungkin dalam hati.
Fibros
Tahap kedua dari penyakit hati adalah fibrosis atau jaringan bekas luka. Setelah hati meradang untuk jangka waktu yang lama, jaringan ikat hati menumpuk. Padatahap ini fungsi hati perlahan-lahan menurun.
Sirosis
Tahap ketiga dari penyakit hati yang disebut sirosis. Ketika hati telah rusak karena peradangan dan fibrosis, tidak berfungsi dengan baik. Akumulasi bekas luka pada jaringan aliran darah melalui hati, lambat laun dapat rusak dan bahkan tidak berfungsi normal. Beberapa gejala sirosis tahap akhir adalah edema, memar dan berdarah, penyakit kuning, batu empedu, dan peningkatan racun dalam darah, pembuluh darah membesar, dan diabetes.
Cancer
Jika penyakit hati tidak diobati dalam tiga tahap-tahap awal, kanker dapat berkembang. Kanker hati atau hepatocellular carcinoma, mempengaruhi sekitar 4% pasien dengan sirosis. Sebuah transplantasi hati adalah salah satu pilihan untuk mengobati kanker hati.
Stroke
Stroke adalah serangan otak yang timbulnya mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak. Dengan kata lain penyakit stroke ini merupakan penyakit pembuluh darah otak (serebrovaskuler) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) hal ini disebabkan karenakan adanya penyumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah menuju otak sehingga pasokan darah dan oksigen ke otak berkurang dan menimbulkan serangkaian reaksi biokimia yang akan merusakkan atau mematikan sel-sel saraf otak.

Penyebab Penyakit Stroke
1. Faktor risiko medis
Faktor resiko medis yang menyebabkan atau memperparah stroke antara lain hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), kolesterol, arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah), gangguan jantung, diabetes, riwayat stroke dalam keluarga (faktor keturnan) dan migren (sakit kepelah sebelah). Menurut data statistik 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis.
2. Faktor risiko perilaku
Faktor resiko perilaku disebakan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, menkonsumsi minuman bersoda dan beralkohol gemar mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food dan junk food). Faktor resiko perilaku lainnya adalah kurangnya aktifitas gerak / olah raga dan obesitas. Salah satu pemicunya juga adalah susasana hati yang tidak nyaman seperti sering marah tanpa alasan yang jelas.
3. Gejala Serangan Stroke
Pada tingkat awal, masyarakat, keluarga dan setiap orang harus memperoleh informasi yang jelas dan meyakinkan bahwa stroke adalah serangan otak yang secara sederhana mempunyai lima tanda-tanda utama yang harus dimengerti dan sangat difahami. Hal ini penting agar semua orang mempunyai kewaspadaan yang tinggi terhadap bahaya serangan stroke.
Tanda-tanda utama serangan stroke :
- Rasa bebal atau mati mendadak atau kehilangan rasa dan lemas pada muka, tangan atau kaki, terutama pada satu bagian tubuh saja
- Rasa bingung yang mendadak, sulit bicara atau sulit mengerti
- Satu mata atau kedua matamendadak kabur
- Mendadak sukar berjalan, terhuyung dan kehilangan keseimbangan
- Mendadak merasa pusing dan sakit kepala tanpa diketahui sebab musababnya
Selain itu harus dijelaskan pula kemungkinan munculnya tanda-tanda ikutan lain yang bisa timbul dan atau harus diwaspadai, yaitu;
- Rasa mual, panas dan sangat sering muntah-muntah
- Rasa pingsan mendadak, atau merasa hilang kesadaran secara mendadak
Mencegah Penyakit Stroke
Adapun, untuk menghindari stroke seseorang bisa melakukan tindakan pencegahan termasuk membiasakan diri menjalani gaya hidup sehat. Berikut adalah 10 langkah yang dapat Anda lakukan guna menghindarkan diri dari serangan stroke.
1. Hindari dan hentikan kebiasaan merokok
Kebiasaan ini dapat menyebabkan atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah) dan membuat darah Anda menjadi mudah menggumpal.
2. Periksakan tensi darah secara rutin
Tekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah Anda mengalami tekanan ekstra. Walaupun tidak menunjukkan gejala, ceklah tensi darah secara teratur.
3. Kendalikan penyakit jantung
Kalau Anda memiliki gejala atau gangguan jantung seperti detak yang tidak teratur atau kadar kolesterol tinggi, berhati-hatilah karena hal itu akan meningkatkan risiko terjadinya stroke. Mintalah saran dokter untuk langkah terbaik.
4. Atasi dan kendalikan stres dan depresi
Stres dan depresi dapat menggangu bahkan menimbulkan korban fisik. Jika tidak teratasi, dua hal ini pun dapat menimbulkan problem jangka panjang.
5. Makanlah dengan sehat
Anda mungkin sudah mendengarnya ribuan kali, namun penting artinya bila Anda disiplin memakan sedikitnya lima porsi buah dan sayuran setiap hari. Hindari makan daging merah terlalu banyak karena lemak jenuhnya bisa membuat pembuluh darah mengeras. Konsumsi makanan berserat dapat mengendalikan lemak dalam darah. Dengan mengenali tentang gejala dan penyebab serta resiko stroke, diharapkan kita semua lebih waspada dan hati-hati dengan selalu menjaga kesehatan. Semoga bermanfaat.
6. Kurangi garam
Karena garam akan mengikatkan tekanan darah.
7. Pantau berat badan Anda
Memiliki badan gemuk atau obes akan meningkatkan risiko Anda mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes, dan semuanya dapat memicu terjadinya stroke.
8. Berolahraga dan aktif
Melakukan aktivitas fisik secara teratur membantu Anda menurunkan tensi darah dan menciptakan keseimbangan lemak yang sehat dalam darah.
9. Kurangi alkohol
Meminum alkohol dapat menaikkan tensi darah, oleh karena itu menguranginya berarti menghindarkan Anda dari tekanan darah tinggi.
10. Mencari Informasi
Dengan mengikuti perkembangan informasi tentang kesehatan, banyak hal penting yang diperoleh guna menghindari kemungkinan atau menekan risiko stroke. Berhati-hatilah, beragam hormon termasuk pil dan terapi penggantian hormon HRT diduga dapat membuat darah menjadi kental dan cendrung mudah menggumpal
Paraplegia
Paraplegia paling sering akibat cedera traumatik pada jaringan saraf tulang belakang atau peradangan yang dihasilkan dan pembengkakan yang terjadi di sekitar titik cedera.
Paraplegia juga bisa disebabkan oleh faktor non-traumatik dan kongenital seperti tumor tulang belakang, skoliosis, atau spina bifida.
Paraplegia adalah cedera saraf tulang belakang yang disebabkan karena kecelakaan yang merusak sensorik dan fungsi motorik dibagian tubuh.
Paraplegia kebanyakan disebabkan karena jatuh dari ketinggian, kecelakaan parah dan ada juga karena penyakit bawaan.
Paraplegia mengalami kelumpuhan pada kedua tungkai kaki dan mati rasa pada bagian perut hingga ujung kaki akibat cedera pada sumsum tulang belakang.
Gejala :
- Hilangnya gerakan
- Hilangnya sensasi, termasuk kemampuan untuk merasakan panas, dingin dan sentuhan
- Kehilangan kontrol kandung kemih atau usus
- Kegiatan refleks berlebihan atau kejang
- Perubahan fungsi seksual, kepekaan seksual dan kesuburan
- Nyeri atau sensasi shock intens disebabkan oleh kerusakan serabut saraf di sumsum tulang belakang Anda
- Kesulitan bernapas, batuk atau membersihkan dahak dari paru-paru
Pemeriksaan :
- Sinar X spinal : menentukan lokasi dan jenis cedera
- CT-Scan : menentukan tempat luka/jejas
- MRI : mengidentifikasi adanya kerusakan saraf spinal edema dan kompresi
- Mielography : memperlihatkan kolumna spinal (kana vertebra) jika faktor patofis tidak jelas atau dicurigai adanya oklusi pada ruang subarachnoid medula spinalis.
- Foto Rontgen : memperlihatkan keadaan paru
- DGA : menunjukkan keefektifan pertukasan gas atau upaya ventilasi.
Lupus
Lupus adalah penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Inflamasi akibat lupus dapat menyerang berbagai bagian tubuh, misalnya:
- Kulit
- Sendi
- Sel darah
- Paru-paru
- Jantung
Gejalanya kerap mirip dengan penyakit lain sehingga sulit untuk didiagnosis. Gejala lupus sangat beragam. Ada yang ringan dan ada yang bahkan mengancam jiwa. Penyakit ini memang tidak menular, tapi bisa berbahaya dan bahkan berpotensi mematikan. Gejala umumnya adalah ruam kulit, kelelahan, sakit dan pembengkakan pada sendi.
Lupus – Penyakit Autoimun
Penyakit autoimun adalah istilah yang digunakan saat sistem imunitas atau kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Penyebab kondisi autoimun pada lupus belum diketahui. Sistem kekebalan tubuh penderita lupus akan menyerang sel, jaringan, dan organ yang sehat.
Ada juga yang menganggap pemicu dan penyebab munculnya penyakit lupus pada beberapa orang adalah karena pengaruh faktor genetika dan lingkungan.
Tipe-tipe Lupus
Penyakit lupus terbagi dalam beberapa tipe, antara lain:
- Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE).
- Lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE).
- Lupus akibat penggunaan obat.
Systemic Lupus Erythematosus atau SLE, jenis penyakit lupus ini membuat sampai sekitar 70 persen dari semua kasus lupus. SLE bisa ringan atau berat dan dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh. Gejala umum penyakit lupus ini seperti kelelahan, rambut rontok, kepekaan terhadap matahari (fotosensitivitas), nyeri sendi dan bengkak, demam yang tidak jelas, ruam kulit, dan ginjal. Secara umum diagnosis lupus didasarkan dari kombinasi gejala fisik dan hasil laboratorium.
Cutaneous Lupus – Jenis penyakit lupus kedua ini tak terlalu berbahaya karena hanya menyerang organ luar tubuh seperti kulit, diantaranya kulit wajah, kulit kepala, kulit lengan, tungkai kaki dsb. Penderita yang terkenal lupus jenis Cutaneous Lupus ini tak akan memburuk hingga menjadi lupus tipe pertama, yaitu SLE. Perbedaannya, lupus tipe Cutaneous Lupus ini ada yang dapat menyebabkan bekas luka (Discoid Lupus Erythematosus / DLE) atau tak ada luka (Cutaneous Lupus Erythematosus / CLE).
- Discoid Lupus Erythematosus, juga disebut DLE, jenis penyakit lupus yang mempengaruhi kulit. Ruam diskoid biasanya dimulai sebagai ruam merah yang mengangkat menjadi bersisik atau berubah warna ke coklat gelap. Ruam ini sering muncul pada kulit pada wajah dan kulit kepala, tapi daerah lain juga mungkin akan terpengaruh. Kadang-kadang DLE menyebabkan luka di mulut atau hidung. Jika Anda memiliki DLE, ada kemungkinan kecil bahwa Anda nanti akan mendapatkan SLE. Saat ini tidak ada cara untuk mengetahui apakah seseorang dengan DLE akan mendapatkan SLE.
- Cutaneus Lupus Erythematosus dapat terbatas pada kulit atau terlihat pada mereka dengan SLE. “Cutaneous” berarti “kulit.” Gejala mungkin termasuk ruam / lesi, rambut rontok, vaskulitis (pembengkakan pembuluh darah), bisul, dan fotosensitivitas.
Drug-Induced Lupus adalah jenis penyaki lupus yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu. Gejala drug-induced lupus adalah seperti orang lupus sistemik, tetapi jarang mempengaruhi organ-organ utama. Gejalanya bisa berupa nyeri sendi, nyeri otot, dan demam, dan ringan untuk kebanyakan orang. Sebagian besar waktu, penyakit ini akan hilang bila obat dihentikan. Namun, tidak semua orang yang mengambil obat ini akan mendapatkan drug-induced lupus.
Neonatal Lupus adalah jenis penyakit lupus yang langka pada bayi yang disebabkan oleh antibodi tertentu dari ibu. Antibodi ini dapat ditemukan pada ibu yang memiliki lupus. Tapi ini juga mungkin bayi menderita lupus neonatal meskipun ibunya sehat. Namun, dalam kasus ini sang ibu akan sering mengalami gejala lupus di kemudian hari. Saat lahir, bayi dengan lupus neonatal mungkin memiliki ruam kulit, masalah hati, atau jumlah sel darah rendah, tetapi gejala hilang sama sekali setelah beberapa bulan dan tidak memiliki efek abadi. Bayi dengan lupus neonatal juga dapat memiliki cacat jantung yang jarang namun serius. Kebanyakan bayi dari ibu dengan lupus adalah sehat.

Asma Bronkial
Penyakit asma bronkial adalah salah satu penyakit paru yang berkaitan erat dengan saluran nafas serta pernafasan. Oleh sebab itu bila penyakit paru asma ini kambuh akan menimbulkan gejala yang khas sekali yaitu bunyi nafas mengi, bengek, batuk dan juga sesak nafas. Bunyi mengi pada asma terdengar ketika seorang penderita menghembuskan nafasnya. Serangan asma terjadi secara perlahan dengan gejala yang secara bertahap juga akan semakin memburuk jika tidak segera dilakukan tindakan pengobatan dan juga perawatan.
Penyebab :
1. Faktor Intrinsik ( asma non imunologi / asma non alergi ) :
- Infeksi : Parainfluenza virus, pneumonia, mycoplasmal.
- Fisik : Cuaca yang dingin, perubahan temperatur secara dratis.
- Iritan : Kimia.
- Polusi udara : Karbondioksida, asap rokok, parfum.
- Emosional : rasa takut, cemas dan tegang.
- Aktivitas yang berlebihan juga dapat menjadi faktor pencetus. (Suriadi, 2001 : 7)
2. Faktor Ekstrinsik ( asma imunologik / asma alergi) :
- Inhalasi (menghirup )alergen ( seperti halnya debu, serbuk-serbuk, bulu-bulu binatang ).
- Reaksi antigen-antibodi.
Tahapan penyakit asma :
- Stadium Dini.
Bila pada stadium dini ini faktor hipersekresi yang lebih menonjol maka tanda dan gejala yang didapatkan adalah :
- Batuk dengan dahak bisa dengan maupun tanpa pilek.
- Rochi basah halus pada serangan kedua atau ketiga, sifatnya hilang timbul.
- Suara wheezing belum ada.
- Belum ada kelainan bentuk thorak pada rontgen thorak pasien.
- Ada peningkatan eosinofil darah dan IG E.
- Hasil BGA belum patologis.
Sedangkan bila pada stadium dini ini faktor spasme bronchiolus dan edema yang lebih dominan maka tanda serta gejala yang didapatkan adalah :
- Timbul sesak napas dengan atau tanpa sputum.
- Wheezing.
- Ronchi basah bila terdapat hipersekresi.
- Penurunan tekanan parsial O2.
- Stadium Kronik ( Lanjut )
Tanda dan gejala penyakit asma bronkial pada stadium tingkat lanjut ini adalah :
- Batuk, ronchi
- Sesak nafas berat dan dada seolah –olah tertekan.
- Dahak lengket dan sulit untuk dikeluarkan.
- Suara nafas melemah bahkan tak terdengar (silent Chest).
- Thorak seperti barel chest.
- Tampak tarikan otot sternokleidomastoideus.
- Sianosis.
- Hasil BGA Pa O2 kurang dari 80%.
- Rontgen paru terdapat adanya peningkatan gambaran bronchovaskuler kanan dan kiri.
- Hipokapnea dan alkalosis bahkan asidosis respiratorik.
Diagnosa :
- Spirometri (Tidal volume, kapasitas vital)
- Pemeriksaan sputum dan pemeriksaan eosinofil total (biasanya meningkat dalam darah dan sputum).
- Pemeriksaan alergi (Radioallergosorbent Test : RAST) : uji kulit, kadar Ig E total dan Ig E specifik dalam sputum
- Rontgen thorak.
- Analisa Gas Darah.
Psoriasis
Psoriasis adalah penyakit kulit yang kronik di mana kulit penghidap menebal lebih cepat dari kulit yang normal. Penyakit ini tidak berjangkit. Biasanya terjadi pada kulit kepala, lutut, siku lengan dan kaki dan bagian badan yang lain termasuk kuku.
Gejala
Bercak-bercak di kulit memiliki ciri sebagai berikut:
– kering atau merah
– tertutup oleh sisik berwarna keperakan
– bercak menonjol
– pinggirannya merah
– bisa pecah dan menimbulkan nyeri
– biasanya terpisah satu sama lain
– biasanya ditemukan di sikut, lutut, batang tubuh, kulit kepala atau kuku.
Pemeriksaan :
- Pemeriksaan patologis
- Pemeriksaan lab cek urin
- Pemeriksaan fungsi hati
- Pemeriksaan X- ray
Alzheimer (AD)
Penyakit Alzheimer atau demesia adalah penyakit degeneratif progresif pada sistem saraf. Penyakit ini banyak terjadi pada orang tua, perkembangan penyakit sangat lambat tetapi tidak dapat diatasi. Secara klinis biasanya timbul gangguan fungsi intelektual.
Berdasarkan perkembangan penyakit dan parahnya kerusakan fungsi kognitif, penyakit Alzheimer dibagi menjadi ringan, sedang dan berat.
Tahap Ringan
- Gangguan fungsi bicara dalam skala ringan
- Dalam kehidupan sehari-hari terlihat dengan jelas menurunnya daya ingat, terlebih pada ingatan dalam waktu dekat.
- Konsep waktu yang mulai menjadi kacau.
- Tersesat di tempat atau lokasi yang familiar.
- Kurangnya inisiatif dan kehilangan motivasi untuk melakukan sesuatu.
- Timbul depresi dan perilaku agresif.
- kehilangan minat terhadap kegiatan sehari-hari dan hobi.
Tahap Sedang
- Menjadi lebih pelupa, terutama pada nama orang dan peristiwa yang terjadi baru-baru ini.
- Tidak dapat hidup secara mandiri.
- Tidak bisa memasak sendiri, membersihkan rumah atau membeli barang.
- Ketergantungan terhadap orang lain.
- Kemampuan untuk merawat diri menurun dan membutuhkan bantuan orang lain. Contohnya seperti pergi ke toilet, mencuci baju dan mengenakan pakaian.
- Menjadi sulit untuk berbicara.
- Berjalan tanpa tujuan dan perilaku yang aneh.
- Tersesat di rumah atau di sekitar rumah yang sebenarnya sangat familiar.
- Timbul halusinasi.
Tahap Berat
- Tidak mampu untuk makan sendiri
- Tidak mengenali keluarga, teman dan barang yang familiar.
- Kesulitan untuk mengerti dan menyatakan pendapat.
- Tidak mengenali situasi di dalam rumah.
- Kesulitan untuk berjalan.
- Tidak bisa mengontrol buang air besar dan kencing.
- Melakukan perbuatan yang tidak senonoh di depan umum.
- Mulai membutuhkan kursi roda untuk berjalan atau hanya bisa berbaring
Berdasarkan berat-ringannya penyakit Alzheimer, secara klinis dapat dibagi menjadi Fase pertama (usia penyakit 1-3 tahun ), fase kedua (usia penyakit 2-10 tahun ), fase ketiga (usia penyakit 8-12 tahun). Seiring perkembangan penyakit, penderita Alzheimer sering disertai dengan penyakit depresi, gangguan mental dll. Selain itu, harus diperhatikan apakah timbul penyakit infeksi paru-paru, infeksi saluran kencing. Penyakit Alzheimer harus diobati sesegera mungkin.
Pemeriksaan : Pemeriksaan darah, pemeriksaan sistem saraf, EEG, pemeriksaan CT, MRI otak
Anti-aging

Anti aging adalah anti penuaan, anti penuaan adalah memperbaiki sel, memperbaiki metabolisme sel, menghidupkan kembali fungsi sel yang sudah mengalami penuaan. Manusia bisa berkembang dewasa dari seorang bayi karena kecepatan regenerasi sel yang baru lebih cepat dibanding dari kecepatan penuaan sel, sehingga bayi dapat terus bertumbuh. Jika demikian, jika proses penuaan sel lebih cepat dari proses regenerasi sel, makan manusia akan terus bertambah tua.
penuaan dini adalah proses penuaan tubuh yang tidak alami yang terjadi lebih cepat dari yang seharusnya. Banyak orang yang mulai melihat gejala penuaan dini pada usia yang relatif muda, bahkan pada usia awal 20-an. Hal ini biasanya disebabkan berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Faktor penyebab tersebut mempercepat akselerasi proses penuaan tubuh yang seharusnya terjadi secara alami.
Penyebab
- Kurang tidur
- Sinar matahari
- Penyalahgunaaan zat (narkoba, alcohol, atau obatobatan kimia lainnya)
- Radikal bebas
Gejala :
- Terdapat uban di rambut
- Munculnya bercak hitam pada wajah (age spot)
- Tekstur kulit menjadi kasar dan kering
- Pori-pori kulit membesar
- Kulit keriput, kendur dan berkerut
- Adanya lingkaran hitam dan kantung di bawah mata
ALS (Neuron Motorik)
Penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis yang biasa disebut dengan penyakit ALS ini merupakan penyakit bagian dari sistem saraf yang mengendalikan gerakan otot. Pada penyakit ALS, Syaraf motorik (sel saraf yang mengontrol sel-sel otot) yang berangsur-angsur hilang. Sebagai syaraf motorik yang hilang ini, menyebabkan otot-otot mereka menjadi lemah dan kemudian tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Jenis penyakit saraf motor dapat dibagi menjadi 4 jenis :
- Amyotrophic lateral sclerosis (ALS)
2. Atrofi otot progresif (PMA)
3. Bulbar palsy progresif (PBP)
4. Primary lateral sclerosis (PLS)
Pemeriksaan penyakit saraf motor antara lain :
- Pemeriksaan cairan serebrospinal
- Pemeriksaan elektromiografi Pemeriksaanini dapat membantu dokter mengukur normal atau tidaknya otot dan saraf
- Biopsi otot. Biopsi toto dapat mendeteksi perkembangan penyakit atrofi neurogenik
- Pemeriksaan MRI pada kepala dan leher. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi kerusakan pada otak dan leher.
Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan penurunan kualitas dan kepadatan massa tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan risiko patah tulang.
Gejala :
- patah tulang
- punggung yang semakin membungkuk
- hilangnya tinggi badan
- nyeri punggung
Pemeriksaan :
- Densitometer (Lunar) menggunakan teknologi DXA (dual-energy x-ray absorptiometry)
- Densitometer-USG.
- Pemeriksaan laboratorium untuk osteocalcin dan dioksipiridinolin, CTx. Proses pengeroposan tulang dapat diketahui dengan memeriksakan penanda biokimia CTx (C-Telopeptide). CTx merupakan hasil penguraian kolagen tulang yang dilepaskan ke dalam sirkulasi darahsehingga spesifik dalam menilai kecepatan proses pengeroposan tulang.
- Bone scan
- Sinar x untuk menunjukkan degenerasi tipikal dalam tulang punggung bagian bawah.
- Pengukuran massa tulang dengan memeriksa lengan, paha dan tulang belakang.
- Tes darah yang dapat memperlihatkan naiknya kadar hormon paratiroid.
- Biopsi tulang untuk melihat tulang mengecil, keropos tetapi tampak normal
Jantung koroner
Penyakit Jantung Koroner adalah penyempitan pembuluh darah kecil yang memasok darah dan oksigen ke jantung. Ini disebabkan oleh pembentukan plak di dinding arteri, dikenal pula sebagai pengerasan arteri. Pembentukan plak ini dapat menyertai perpaduan pradisposisi genetik dan pilihan gaya hidup.
Gejala Penyakit Jantung Koroner :
- Nyeri dada, Sering merasakan sakit kepala
- Bagian perut yang membengkak
- Detak yang tidak teratur
- Sesak nafas dan terengah-engah
- Selalu merasakan mual, Nafsu makan berkurang
- Keluar keringat meskipun tidak beraktifitas
- Rasa lelah terjadi meskipun tidak beraktifitas berat
- Pada wanita sering merasakan rasa sakit pada tangan kanan dan lengan kiri
- Pada pria rasa sakit sering terjadi pada lengan kiri
- Rasa sakit dibagian tubuh lainnya seperti, bahu, leher, punggung, siku
- Pembengkakan yang terjadi pada pergelangan kaki dan perut.
Faktor Penyebab Penyakit Jantung Koroner :
- Koloesterol tinggi yang berlebih
- Gaya hidup yang buruk/tidak sehat
- Pola makan yang tidak baik
- Gizi yang tidak seimbang
- Riwayat keluarga atau turunan
- Kurangnya olahraga
- stress yang berlebih
- Obesitas/kegemukan
- Perokok aktif
- Faktor usia
Bells palsy

Bell’s palsy adalah kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi otot di wajah yang yang bersifat sementara. Kondisi ini menyebabkan salah satu sisi dari wajah akan terlihat melorot. Meski belum dimengerti alasan sepenuhnya, Bell’s palsy lebih umum terjadi pada wanita hamil, penderita diabetes, dan HIV.
Penyebab
- Kelumpuhan wajah turunan. Kondisi ini terjadi pada anak yang terlahir dengan kelemahan atau kelumpuhan pada wajah.
- Cedera karena kecelakaan. Terjadi karena luka robek pada dagu atau retak pada tulang tengkorak.
- Cedera karena operasi. Kondisi ini umumnya terjadi saat operasi kelenjar parotid.
- Infeksi virus
Diagnosis Bell’s Palsy
Untuk memastikan diagnosis Bell’s palsy, dokter akan menanyakan perkembangan gejala yang Anda alami. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan saraf untuk mengetahui fungsi saraf wajah. Apabila gejala yang dialami tidak jelas, Anda perlu melakukan beberapa tes, seperti elektromiografi, MRI, atau CT scan.
Gejala
Terjadi secara tiba-tiba, berupa kelumpuhan ringan sampai total pada salah satu sisi wajah, menyebabkan pasien sulit tersenyum atau menutup salah satu kelopak mata
- Wajah melorot menjadikan wajah sulit berekspresi
- Dapat terjadi rasa nyeri di sekitar rahang atau di belakang telinga pada salah satu sisi wajah yang terpengaruh
- Sensitivitas terhadap suara akan meningkat pada sisi wajah yang terpengaruh
- Kadang timbul nyeri kepala
- Penurunan kemampuan indera pengecap pada sisi yang lumpuh
- Penurunan jumlah air mata dan liur yang diproduksi pada sisi yang terkena
- Pada beberapa kasus, Bell’s Palsy dapat mempengaruhi saraf kedua sisi wajah, walaupun hal tersebut jarang terjadi